Permadani Oriental dalam Sastra dan Pengetahuan

Permadani oriental tidak hanya ada di lantai kita – mereka adalah bagian dari budaya kita, dan telah dijalin ke dalam literatur, sejarah, dan dongeng kita selama berabad-abad. Kita membaca tentang keluarga kerajaan yang memiliki permadani oriental yang indah menghiasi aula dan kamar mereka dalam satu buku, dan sesuatu yang absurd seperti seseorang yang berguling-guling di karpet sebagai alat untuk menyelinap masuk tanpa diketahui di buku lain. Sejak kita masih kecil, karpet adalah sesuatu yang sering kita dengar untuk mewakili kekayaan, keanggunan, kehormatan, akal-akalan, drama, dan kenyamanan.

Ambil contoh Aladdin. Dia hanyalah seorang “jalanan” yang malang tapi dia kemudian menemukan lampu ajaib dan dengan itu datanglah karpet oriental ajaib. Tidak peduli seberapa banyak karpet ajaib itu compang-camping, sobek, kotor, dll. tetap membantu Aladdin menjadi pahlawan dalam cerita. Tidak hanya menghibur tetapi juga mencerminkan ketahanan karpet tenunan tangan di kehidupan nyata.

Pencuri atau penyelamat klasik menyelinap ke dalam benteng dengan bersembunyi di dalam gulungan permadani – apalagi orang yang terjepit di dalamnya tidak akan pernah bisa keluar tanpa bantuan, atau fakta bahwa mereka akan membuat benturan yang jelas (tidak bisakah Anda mendengar para penggerak mengeluh tentang beratnya?). Namun, sebagai bagian dari dongeng, kisah ini tampak romantis, dan tidak kalah dapat dipercaya dibandingkan cerita lainnya.

“Karpet merah” yang asli adalah oriental. Tenunan tangan, mahal, dan melambangkan mengizinkan orang terhormat berjalan di atas harta karun terbaik Anda. Tangga berkarpet juga disebut dalam literatur lama, hanya dalam suasana yang paling elegan.

Dalam dunia hiburan, tidak ada istana yang lengkap tanpa permadani Oriental untuk memberikan keaslian cerita. Terutama dalam pemberlakuan yang melibatkan zaman Raja, Fir'aun, atau keluarga kerajaan lainnya. Istana digambarkan dilapisi dengan permadani oriental baik di lantai maupun di dinding. Mereka menambah prestise pada istana saat mereka menyempurnakan dekorasinya, serta memberikan manfaat yang tidak terpikirkan oleh kita di dunia modern kita berupa jendela dempul dan jendela badai – yaitu isolasi, dan penghalang angin! Istana berangin, dan permadani serta permadani membantu meringankan hawa dingin. Di masa ketika raja dan firaun memerintah, Anda pasti akan menemukan permadani oriental di istana sungguhan.

Permadani oriental tidak hanya menambah daya tarik visual pada sebuah ruangan, tetapi juga menghadirkan sejarah, cerita rakyat, hiburan, prestise, dan misteri. Saat memilih permadani, pikirkan bagaimana perasaan Anda saat berjalan di atas permadani Persia menuruni tangga sementara setiap orang di ruangan menahan napas untuk melihat Anda masuk dengan anggun. Setelah Anda menemukan salah satu yang memberi Anda perasaan luar biasa, belilah dan letakkan di tempat yang dapat Anda alami berulang kali.